<!-- HTML Codes by www.kerjaterus.com--> <a target="_blank" style="display:scroll;position:fixed;top:60px;right:5px;" href="http://bibleindonesia.blogspot.in/" rel="nofollow" title="Klik Disini"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVfoCJ8YSwDC5MQWVlEGxglIbNQb-6enlEBG3mcbnDsFxBlBrEN3WuItyV6brol8HMlNFow6gYg4rO7L2KjV6_GdXajlTbNf5YOqUjEID6Ar19K5i8j747YaiGBfUIcqPlawXczgInpB0/s1600/earth.gif" /></a>

<!-- HTML Codes by www.kerjaterus.com--> <a target="_blank" style="display:scroll;position:fixed;top:60px;left:5px;" href="http://bibleindonesia.blogspot.com/" rel="nofollow" title="Klik Disini"><img src="http://omkicau1.files.wordpress.com/2011/02/bendera-merah-putih-bendera-indonesia-indonesia-flag-omkicau-3.gif" /></a>

|

Translate sample page

|
Jam (Aktif) With JavaScript

v
Indonesia English

Translate sample page

Jesus
Ketik kata atau ayat:
 
Alkitab   Bahan

Indonesia English

  • Upcoming Events

    Upcoming Events

  • True Worshippers 2016

    True Worshippers 2016

  • Daily Devotional 2016

    Daily Devotional 2016

  • BMKG Indonesia

    BMKG Indonesia

Kamis, 05 Januari 2017

PENGEMBANGAN DIRI

 

Bagaimana Menjadikan Waktu Berguna Bagi Kita

BAGAIMANA MENJADIKAN WAKTU BERGUNA BAGI KITA
"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun
di bawah langit ada waktunya ... ada waktu untuk
menjahit; ada waktu untuk berdiam diri ada waktu
untuk berbicara" (Pengkhotbah 3:1,7)
Keluhan, "Saya tidak ada waktu" sering terdengar dari hampir semua orang yang tidak bisa menghadiri kebaktian di hari Minggu. Dan lagi pula, di dalam kegiatan-kegiatan di gereja apabila kehadiran mereka sangat diharapkan. Alasan yang lazim ialah mengenai masalah waktu.
Suatu hal yang pasti ialah bahwa setiap orang memiliki waktu 24 jam setiap hari. Tak mungkin ada yang memiliki 25 jam sehari. Suatu pertanyaan yang penting ialah: "Jika saudara yang lain bisa mengerjakan tugas rumah tangga serta bisa menghadiri kegiatan-kegiatan gereja, mengapa saya tidak bisa sedangkan kami sama-sama mempunyai jumlah waktu yang sama setiap hari?" Mengatur dan memakai waktu adalah hal yang penting.
I. Prioritas Tuhan dari waktu kita
Dalam kehidupan Kristen, jika Yesus yang menjadi Tuhan kita, seharusnya Dia menguasai waktu kita. Waktu kita adalah milik Tuhan. Kita diberi waktu yang cukup untuk menjalankan tugas kita dan keperluan pribadi kita, misalnya: cukup waktu untuk makan, istirahat, belajar, dan berekreasi. Di samping itu, kita juga diberi tanggung jawab untuk menyediakan waktu bagi Tuhan kita, misalnya: mengikuti kebaktian dan persekutuan dengan saudara-saudara seiman (Ibrani 10:25); mengadakan saat teduh untuk berdoa dan membaca firman Tuhan. Bukanlah sesuatu yang berat jika hari Minggu diberikan kepada Tuhan mengingat bahwa Tuhan telah memberikan 6 hari untuk menjalankan kepentingan kita masing-masing. Dan jangan lupa untuk memulai setiap hari dengan mengadakan persekutuan dengan membaca firman Allah dan berdoa. Mulailah dan akhiri setiap hari dengan Allah.
Seandainya kita diperintahkan untuk memberikan perpuluhan waktu kita kepada Tuhan sebagaimana halnya dengan pendapatan, jelaslah bahwa kita harus memberikan 2 jam dua puluh empat menit bagi Tuhan setiap hari. Berapa jam setiap minggu dan setiap bulan?
II. Pentingnya mengatur waktu
Setiap saat yang kita lalui sebaiknya bermanfaat bagi kita sebab waktu yang telah lewat tidak akan pernah kembali. Waktu perlu diatur sehingga pekerjaan-pekerjaan di rumah dan kewajiban kita di luar rumah terpenuhi tanpa tergesa-gesa. Seorang ibu yang pintar mengatur waktunya akan mendapatkan cukup waktu untuk menyelesaikan tugasnya, baik terhadap keluarganya maupun terhadap pelayanan kepada Tuhan sebagaimana semestinya.
III. Cara-cara menghemat waktu
Pertama, setiap barang di rumah bahkan barang milik pribadi harus terletak pada tempatnya sehingga mudah dicari sewaktu diperlukan. Kedua, rencanakan terlebih dahulu suatu pekerjaan, daftarkan semua hal yang perlu dikerjakan untuk hari atau jangka waktu tertentu. Dengan demikian, pekerjaan dapat dilakukan secara hemat dan memuaskan. Kesalahan-kesalahan dapat dihindari dan ide tidak datang dari keputusan-keputusan yang tergesa-gesa. Ketiga, buatlah rincian waktu. Artinya, membagi waktu untuk setiap pekerjaan. Perhatikan selalu jam Anda. Berikan waktu yang cukup untuk menyelesaikan sesuatu. Keempat, pertimbangkan dengan saksama dan secara hati-hati banyaknya waktu yang terbuang dalam kesenangan atau bacaan. Tanyalah kepada diri Anda: "Apakah pekerjaan ini begitu penting sehingga menghabiskan waktu saya yang berharga ini?" Maksudnya, Anda perlu memprioritaskan pekerjaan - apa yang sangat mendesak dan penting - itulah yang seharusnya diberikan waktu yang memadai.
Waktu adalah salah satu dari berkat Tuhan yang kita nikmati tetapi juga sesuatu di mana kita bertanggung jawab terhadap penggunaannya. Waktu yang sudah lampau tidak akan bisa dikembalikan lagi. Kita rugi jika waktu kita yang berharga dihabiskan begitu saja tanpa manfaatnya yang menunjang kebahagiaan keluarga kita.
Jika memang Tuhan Yesus adalah Tuhan dari kehidupan kita, kita harus memprioritaskan Dia dalam penggunaan waktu kita. Tetapi sebenarnya yang lebih penting lagi ialah "lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah" (1 Korintus 10:31). Marilah kita mengizinkan Dia mengatur waktu kita sehingga setiap detik kita pakai untuk kemuliaan-Nya. Marilah kita terus belajar memanfaatkan waktu bagi kita dan menerapkan secara praktis pelajaran-pelajaran itu dalam kehidupan kita.

Membuat Hidup Lebih Bermakna

Perubahan merupakan tanda adanya kehidupan dan pertumbuhan. Berikut ini, "jembatan" untuk membantu Anda mengalami transformasi pribadi.
1. Temukan Siapa Anda dan Apa Tujuan Allah atas Hidup Anda
"Siapakah saya?" merupakan pertanyaan mendasar bagi proses perkembangan pribadi. Menurut John Mason, pengenalan diri adalah pengetahuan yang menunjukkan siapakah diri kita dan harus menjadi seperti apa kita. Tujuannya supaya kita dapat hidup dengan tenteram dan berguna kini dan kelak. Kita adalah anak-anak Allah yang sangat berharga dengan kualitas unik (Yesaya 43:4). Karakteristik fisik, latar belakang, kemampuan mental, dan kepribadian memberikan mosaik dengan kemungkinan tak terbatas. Temukan panggilan Anda melalui talenta (bakat), minat, karunia-karunia, dan pengalaman yang Anda miliki.
2. Realistis
Ini berarti menerima diri Anda sebagaimana Allah menciptakan Anda, dan tidak berusaha menjadi pribadi yang lain. Citra diri yang realistis dan akurat penting untuk mengembangkan bakat-bakat Anda dan menggunakannya bagi kemuliaan-Nya. Pemahaman yang realistis tentang diri kita memberikan titik penting untuk berubah, sehingga dapat mengarahkan perhatian kita pada tujuan menjadi semakin serupa dengan Kristus, baik dalam diri sendiri maupun dalam hubungan dengan orang lain.
3. Arah yang Jelas
Sasaran dan tujuan yang terarah, penting dalam menghadapi perubahan dan pertumbuhan pribadi untuk menentukan kualitas pribadi yang kita kembangkan. Arah memberikan pemahaman mengenai cara membuat profil pertumbuhan pribadi yang efektif, memberikan semangat hidup, serta motivasi batiniah untuk mencapai tujuan.
3. Nantikan Tuhan
Ada kalanya kita mengalami kelesuan atau keletihan. Itulah saatnya kita mengambil waktu teduh dan menantikan kuasa-Nya berkarya dalam hidup kita. Dengan menantikan Tuhan berarti kita sedang mengembangkan kedalaman karakter kita dan mendapat kekuatan baru (Yesaya 40:31).
4. Fokus pada Tujuan
Untuk mendapatkan hasil atau tiba di tempat tujuan, kita harus fokus pada target sasaran atau tujuan. Seperti ketika Yosua hendak masuk ke Tanah Perjanjian, Tuhan mengingatkan, "Jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi" (Yosua 1:7-8).
5. Optimalkan Potensi
Potensi berarti apa yang masih bisa Anda perbuat. Wayne Cordeiro menyebutkan bahwa masing-masing kita menyimpan harta terpendam di dalam bejana tanah liat kita. Tuhan merancang kekayaan ini agar ditemukan dan ditampilkan untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Potensi itu meliputi: impian yang belum diwujudkan, karunia yang belum disingkapkan, dan bakat yang belum dikembangkan. Jangan meremehkan yang tampak sepele saat ini. Dari dalam diri bocah yang dianggap bodoh, tersingkap Thomas Alfa Edison. Melalui seorang penjaja sepatu, tampil penginjil agung D.L. Moody. Dari dalam diri Anda, munculkan potensi optimal Anda dan jadilah pribadi sesuai desain Tuhan.
6. Rintangan, Refleksi, dan Re-interpretasi
Ada kalanya Tuhan memproses hidup Anda melalui rintangan bahkan kegagalan. Rintangan memberi kita jeda untuk berpikir dan mencari solusi. Sebelum melangkah lebih jauh, sediakan waktu untuk melakukan refleksi atas langkah-langkah yang telah Anda tempuh. Mungkin kita harus melakukan re-interpretasi terhadap strategi atau bahkan tujuan kita.
7. Menabur Benih
Pengkhotbah 11:6 mengingatkan agar kita menaburkan benih pagi-pagi, artinya jangan menunggu atau menunda-nunda. Taburlah benih yang bermanfaat bagi kehidupan bersama. Mulailah melakukan dari hal-hal kecil, jangan menunggu segala sesuatu menjadi ideal seperti yang Anda harapkan. Tuhan berjanji mencucurkan air mata akan menuai dengan bersorak sorai (Mazmur 126:5-6).
8. Antusias
Lakukanlah segala sesuatu dengan antusias seperti untuk Tuhan (Kolose 3:23). Kembangkan kualitas-kualitas berharga yang telah Allah berikan kepada Anda dengan penuh semangat. Tanpa antusiasme semangat kita akan mudah padam.
9. Syukur dan Setia
"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah..." (1 Tesalonika 5:18) Tidak ada karakter sejati tanpa pengucapan syukur. Memiliki rasa syukur adalah salah satu tanda dari karakter yang kukuh. Dengan mengucap syukur Anda memberi bahan bakar terhadap iman dan pengharapan Anda (Filipi 4:6). Untuk mencapai tujuan Anda perlu setia (Matius 25:21-23; Wahyu 2:10).
10. Inklusif dan Impact
Hidup yang mengalami transformasi tampak dari sikap hidup inklusif memuliakan Allah dan menjadi berkat bagi semua orang (Kisah Para Rasul 2:42-47). Bunda Teresa, Paus Yohanes Paulus II, dll. dikenang dan dihormati banyak kalangan karena teladan hidup dan kasihnya melampaui batas-batas budaya, politik, sosial, ekonomi, agama, dsb..
Selamat berjuang menjadi pribadi yang diperbarui dan memberi dampak bagi dunia.

Sepuluh Unggulan Resolusi Tahun Baru bagi Para Wanita Muda Kristen

  1. Tetapkan hati untuk hanya menggunakan Alkitab saja sebagai kerangka pikir dan kehidupan, dan bukan menggunakan budaya, propaganda feminisme, atau tekanan rekan sebaya. Pandang Alkitab saja yang memberi perintah tentang peranan wanita muda. Tetapkan hati untuk dengan sungguh-sungguh mempelajari Alkitab setiap hari dengan tujuan agar Anda dibangun, diperintah, dan ditantang. Mencatat hal-hal yang Anda pelajari dari firman Tuhan akan membantu Anda lebih fokus dan agresif untuk secara aktif mencari kebenaran yang sulit diterapkan.
  2. Tetapkan hati untuk menjauhi teman-teman yang memberi pengaruh negatif kepada Anda dan lebih seringlah berkumpul dengan teman-teman yang akan membangun Anda dan mendorong Anda dalam jalan Tuhan. Tetapkan hati untuk menjauhkan diri dari pengaruh yang tidak membangun dan merusak Anda (misalnya acara TV, film, majalah, perkumpulan, dan kegiatan-kegiatan).
  3. Tetapkan hati untuk membangun hubungan yang lebih kuat lagi dengan anggota keluarga Anda. Kondisi hubungan dengan keluarga Anda ini harus menjadi yang paling penting bagi Anda semua, jagalah hubungan Anda dengan Tuhan. Jadikan sebagian besar waktu yang Tuhan telah berikan kepada Anda untuk bersama dengan anggota keluarga Anda dan jadikan mereka sebagai sahabat-sahabat Anda. Tetapkan hati untuk menetapkan suatu contoh yang menyemangati dan mendorong bagi saudara-saudara Anda. Tetapkan hati untuk lebih menghormati dan menghargai orang tua Anda sehingga demikian pula Anda akan dihormati dan dihargai.
  4. Tetapkan hati untuk menggali lebih dalam, lebih dekat, serta lebih menghargai hubungan dengan ayah Anda, yang akan membangun Anda berdua. Berikan hati Anda kepadanya, berbincang-bincanglah dengannya, katakan rahasia Anda kepadanya, doakan dia, tanyakan sesuatu kepadanya, dan biarkan dia tahu bahwa Anda ada di belakangnya dan ingin membangun dia menjadi pria yang lebih hebat lagi. Selidikilah hati Anda untuk melihat apakah dulu Anda melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ayah Anda dan sekarang hal itu menjadi halangan untuk menjalin hubungan dengannya. Sekarang adalah kesempatan untuk meminta pengampunan dari orang yang dulu Anda pernah berbuat salah kepadanya.
  5. Tetapkan hati untuk memperlakukan suami (atau pun calon suami) Anda dengan baik (Amsal 31:12). Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk calon suami kita, meskipun sekarang kita tidak tahu siapakah calon suami kita, adalah dengan aktif menjaga dan menyiapkan diri kita bagi mereka. Jaga diri Anda untuk tetap tulus secara fisik, emosi, dan mental. Bangunlah seluruh sifat dan keterampilan yang diperlukan oleh seorang pria muda dari istrinya.
  6. Tetapkan hati untuk memperlakukan dan memikirkan pemuda lain sebagai saudara di dalam Kristus. Berpakaian dan bertindaklah dengan sopan, yang menunjukkan perhatian sebagai calon istri mereka. Perlakukan para pemuda (termasuk yang lebih muda) dengan cara-cara yang membangun, bukan malah menjatuhkan mereka, dengan menghormati mereka, bukan malah merendahkan mereka.
  7. Tetapkan hati untuk mendandani diri Anda dengan semangat kelembutan dan ketenangan yang berkualitas yang tidak akan pernah luntur, yang berharga di hadapan Allah. Jadikan ini sebagai awal di dalam diri Anda dan terpancar keluar. Tetapkan hati untuk bertindak lebih ramah, lebih seperti seorang wanita. Jadikan "kekuatan dan martabat" sebagai pakaian Anda. Berdirilah tegak! Lebih seringlah tersenyum. Bangunlah tata cara dan suara yang halus dan tenang.
  8. Tetapkan hati untuk melengkapi diri Anda sendiri untuk menghadapi perang rohani yang terjadi. Tetapkan hati untuk melakukan disiplin rohani (misalnya berdoa, menghafal ayat, dan mempelajari Alkitab lebih dalam lagi). Tetapkan hati untuk melatih pikiran (misalnya lebih banyak lagi membaca buku-buku yang bermutu, menulis, dan mempelajari teologi).
  9. Tetapkan hati untuk menjadi misionaris di mana Anda berada. Tetapkan hati untuk melayani dan memberi semangat kepada orang-orang di gereja Anda. Tetapkan hati untuk membangun sifat dan pesan-pesan yang diperlukan untuk memuridkan wanita yang lebih muda dari generasi kita.
  10. Tetapkan hati untuk tidak menjadi orang yang mudah kompromi atau sinkretis. Ingatlah, kita berada di tengah-tengah peperangan. Segera setelah Anda berkompromi dengan suatu isu moral, Anda telah kalah dalam peperangan. Berikan kemenangan bagi Kristus dengan berperang di medan pertempuran-Nya dengan cara-Nya. (t/Ratri)

Langkah-Langkah Perencanaan

Dalam membuat perencanaan yang baik, seorang pemimpin perlu sebelumnya mengajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut.
  1. Apakah yang harus dikerjakan? Tetapkan objek yang jelas secara lebih spesifik, termasuk segala sesuatu yang berhubungan dengan sumber dayanya.
  2. Mengapa hal tersebut harus dikerjakan? Selidiki seberapa jauh kepentingan (urgency) melaksanakan proyek tersebut.
  3. Di manakahhal tersebut dikerjakan? Tetapkan lokasinya, ukurannya, jaraknya, lingkungannya, dll.. Pertimbangkan alternatif-alternatif lain sebagai pembanding.
  4. Bilamana hal tersebut dikerjakan? Agar diatur waktu pelaksanaannya dan jangan berbenturan dengan kegiatan lainnya.
  5. Siapakahyang harus mengerjakan? Tetapkan siapa yang dilibatkan; dan sebagai apa kedudukannya, persyaratan apa yang diperlukan, misalnya usianya, jenis kelamin, keterampilan yang diperlukan, dll.
  6. Bagaimana cara mengerjakannya? Tetapkan metode yang paling sesuai untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Tips Mengatasi Rasa Malu

Orang-orang dengan sifat pemalu secara naluri menyimpan kesadaran kalau diri mereka terlewatkan dari orang lain. Sifat pemalu biasanya membuat seseorang kehilangan kesempatan, kurang mendapat kesenangan dan terkucil dari hubungan sosial. Sifat pemalu dapat membawa banyak kerugian. Tapi bagi Anda yang memiliki sifat ini, tak perlu berkecil hati, karena pada dasarnya ada banyak cara untuk mengusir jauh-jauh sifat yang merugikan ini.
Sebenarnya, formula dari rasa malu terdiri dari 'terlalu berpusat pada diri sendiri' dicampur dengan rasa gugup. Dan ada paduan yang lebih tak menyenangkan, saat rasa malu itu memengaruhi fisik Anda dengan cara 'membajak' ketenangan logis. Rasa malu adalah sebuah kombinasi dari kegugupan sosial dan pengkondisian sosial. Untuk mengatasi rasa malu ini, yang Anda butuhkan adalah belajar bersikap rileks dalam pergaulan sosial. Dibutuhkan usaha untuk mengarahkan diri Anda jauh dari terlalu berpusat pada diri sendiri, serta memberi diri Anda ruang untuk mempraktikkan kemampuan bercakap-cakap. Dalam kebanyakan kasus, emosi yang memuncak dalam bersosialisasi membuat orang menanggapi berbagai kejadian dengan rasa takut. Untuk memulai mengurangi rasa malu, bagi Anda yang pemalu, ada beberapa hal di bawah ini yang mungkin dapat Anda praktikkan.
  1. Pikirkan tentang cara Anda merasa dan bertindak di sekitar orang-orang yang telah Anda kenal, di mana Anda bisa merasa nyaman dan bersikap spontan. Alihkan perasaan itu saat Anda bertemu kenalan baru, begitu pula dalam situasi yang membuat rasa percaya diri Anda memudar.
  2. Hindari terlalu memerhatikan diri Anda sendiri. Tentu saja, Anda boleh sedikit memikirkan tentang bagaimana Anda akan melewatkan perbicangan dengan orang banyak, tapi jika seluruh fokus Anda tercurah pada kata-kata sendiri dan perasaan Anda, selanjutnya Anda akan mulai merasa gugup sendiri. Ingat-ingat apa yang dikenakan oleh orang lain dan buat catatan tersendiri, dengarkan apa yang mereka perbincangkan, bayangkan di mana mereka tinggal, buat sebuah garis besar atau ingat-ingat nama mereka. Hal ini bukan hanya memberi Anda bahan perbincangan, tapi juga mencairkan ketegangan dalam bersosialisasi dan membuat perasaan Anda lebih tenang.
  3. Buat pertanyaan terbuka pada semua orang. Banyak orang yang lebih senang bicara tentang diri mereka sendiri, dan temukan sebuah topik yang membuat orang lain tertarik. Apa yang membuat mereka tertarik akan membuat perbicangan berjalan menyenangkan bagi semua orang. Selalu ajukan pertanyaan yang memungkinkan jawaban lebih dari ya atau tidak.
  4. Berhentilah percaya pada imajinasi Anda. Mungkin Anda pernah membuat gambaran tentang sebuah liburan yang menyenangkan dan pada kenyataanya jauh berbeda dari yang Anda bayangkan. Itu menunjukan betapa tak dapat dipercayanya bayangan kita sendiri. Berhentilah memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, karena apa yang dipikiran orang lain tentang Anda, belum tentu sama persis seperti bayangan Anda.
  5. Berhentilah memikirkan 'segalanya atau bukan apa-apa.' Pemikiran 'pasti begini atau pasti begitu' tertuang saat Anda mengalami emosi. Orang-orang yang sedang depresi, marah, dan gelisah melihat kenyataan dari hal-hal ini dengan perbedaan yang ektrim. Bagi orang yang sedang marah 'Anda salah' dan 'mereka benar,' orang yang marah akan melihat dirinya 'gagal', sedang yang lain 'berhasil'. Jadi berhentilah berpikir kalau Anda mungkin telah mengatakan hal yang salah, atau orang lain akan membenci Anda. Saat Anda merasa rileks dalam pergaulan sosial, Anda juga akan mendapat lebih sedikit peringatan dari diri sendiri, karena dalam keadaan gugup, biasanya Anda akan mulai berpikir tentang segalanya atau bukan apa-apa.
  6. Nikmati waktu Anda. Hindari mengatakan hal-hal tanpa berpikir terlebih dulu. Ajukan pertanyaan, dan jika mendapat pertanyaan. Anda dapat mempertimbangkan jawaban terlebih dahulu sebagai tanggapan Anda, jangan asal menjawab tanpa berpikir. Jawaban yang diluncurkan dengan perlahan merupakan cara bersikap santai.
  7. Akhirnya, gunakan latihan hipnotis. Hipnotis merupakan cara tercepat untuk mengubah tanggapan insting atau emosi Anda dalam setiap situasi. Hanya pikirkan bahwa pikiran dan tubuh Anda dalam keadaan rileks sewaktu bertemu orang baru. Sebenarnya, sewaktu Anda merasa santai seringkali Anda akan menemukan saat yang tepat untuk menerapkan hipnotis agar merasa lebih percaya diri saat berhadapan dengan orang-orang baru, dan tentu saja pada titik ini rasa malu akan tersingkir dengan sendirinya.
Bagi Anda yang memiliki masalah dengan rasa malu saat bertemu dengan kenalan baru, dapat Anda mencoba tujuh tips yang kami sampaikan di atas. Dan semoga setelah itu Anda akan lebih percaya diri saat bertemu orang-orang baru dalam pergaulan sosial.

Tidak ada komentar:
Write komentar

smilesmilesmilesmilesmilesmilesmilesmilesmilesmile