Sebuah Peringatan Pada Hari Natal
Lebih dari 15 tahun yang lalu, kami menerima sebuah kartu Natal yang lain daripada yang lain. Pesan yang tertulis tidak sama dengan kartu Natal pada umumnya, tetapi mungkin kartu itu mencerminkan semangat Natal yang lebih baik daripada kartu-kartu lainnya. Sejak itu, kartu itu selalu dikeluarkan dari laci dan digantung di papan di dapur setiap tahun. Pada kartu itu tertulis:
Tahun ini ...
selesaikan perselisihan,
temui teman yang sudah terlupakan,
hilangkan kecurigaan dan gantilah dengan kepercayaan,
tulislah surat yang bersahabat,
bagikan berkat yang berharga,
berikan jawaban yang lembut,
berikan semangat pada para remaja,
tunjukkan kesetiaan dalam perkataan dan perbuatan,
tepatilah janji,
sediakan waktu luang,
singkirkan dendam,
ampunilah musuh Anda,
dengarkanlah keluhan orang lain,
mintalah maaf bila bersalah,
cobalah untuk mengerti,
hilangkan rasa iri,
periksa tuntutan Anda pada orang lain,
pikirkan orang lain lebih dahulu,
hargailah orang lain,
bersikaplah ramah dan lemah lembut,
tertawalah sedikit,
tertawalah sedikit lebih banyak,
merasalah yakin,
tolaklah rasa benci,
lawanlah kepuasan terhadap diri sendiri,
nyatakanlah rasa terima kasih Anda,
sambutlah seorang asing ke rumah Anda,
senangkanlah hati seorang anak,
nikmatilah keindahan alam,
nyatakanlah kasih Anda secara terbuka,
nyatakanlah lagi,
dan nyatakanlah sekali lagi.
Miliki Malam Kudus Pribadi
Malam kudus, sunyi senyap, dunia terlelap -- Kidung Jemaat 92:1
Buat sebuah malam kudus untuk Anda sendiri. Kalau rumah Anda penuh dengan anggota keluarga, malam sunyi senyap Anda mungkin perlu dilakukan pada saat-saat menjelang fajar. Atau mintalah pasangan Anda membawa anak-anak pergi berbelanja untuk Natal. Bahkan Anda mungkin bisa memilih "fajar sunyi" saja.
Saat Teduh
Jam berapa pun yang Anda pilih untuk menikmati keheningan, ciptakan suasana tenang setidaknya selama 1 jam, di mana Anda bisa menikmati hiasan Natal Anda pribadi. Dan melakukan saat teduh pribadi untuk merenung, bersyukur, dan berdoa sendirian.
- Pasang lagu Natal kesayangan Anda.
- Nyalakan api di perapian atau buat "perapian" dengan sejumlah lilin.
- Tuangkan segelas eggnog (minuman dari telur kocok, susu, dan rempah-rempah atau minuman Natal kesukaan Anda.)
- Padamkan semua lampu di ruangan, kecuali lampu di pohon Natal.
- Duduklah dan bersantai sebentar.
Dengarkan baik-baik lirik lagu Natal dan lagu-lagu yang Anda pilih untuk diputar. Pandang dalam-dalam ke api menyala. Amati permainan cahaya dan bayangan di ruangan. Teguk minuman Anda perlahan-lahan.
Putuskan untuk tersenyum. Renungkan hal-hal yang membuat hati Anda merasakan sukacita. Hal apa yang membuat Anda bersyukur? Dalam hal apa Anda merasa diberkati?
Saat Berdoa
Dalam keheningan malam Anda, ucapkan doa Anda. Mungkin Anda menemukan diri Anda berbisik. Mungkin Anda menemukan diri Anda menyuarakan doa Anda dalam satu kata -- "kesehatan", "kedamaian", "perbaikan", "pengampunan". Mungkin doa Anda hanya berisi urutan nama-nama orang yang Anda sayangi yang diucapkan perlahan-lahan. Mungkin Anda menemukan diri Anda diselubungi dengan kesunyian yang suci, terpesona, dan bahkan terharu dalam hadirat-Nya. Biarkan doa Anda mengalir apa adanya, tidak perlu seperti apa yang biasa Anda katakan atau lakukan saat berdoa. Biarkan hati Anda membawa Anda dalam jalan baru menuju hadirat-Nya.
Kalau memungkinkan, biarkan musik mengalun sampai habis. Biarkan lilin menyala sampai meleleh seluruhnya. Biarkan perapian padam dengan sendirinya. Nikmati minuman Anda sampai tetesan terakhir. Di tengah kesibukan dan suasana ramai masa liburan, alangkah pentingnya untuk menenangkan diri kita ... dan untuk mendengar.

Tidak ada komentar:
Write komentar